Wednesday, September 21, 2016

Fariz RM - Peristiwa 81-84


Judul Album : Peristiwa 81-84
Artis : Fariz RM
Tahun Produksi : 1984
Music Director : Fariz RM
Produser : Fariz RM
Produksi : Fariz Organization
Distributor : Akurama Records

Sebagai ikon musik pop progresif di awal era 80an, sosok FARIZ RM memang fenomenal. Sejak melejit lewat album solonya SAKURA, namanya lantas melambung dan produktif menghasilkan album-album yang terjaga dari sisi kualitas dan sanggup menembus persaingan pasar. Album PERISTIWA 81-84 merupakan sequel dari album laris PERISTIWA 77-81. Hanya saja, bila di album Peristiwa 77-81 Fariz mencoba menampilkan kembali lagu-lagu ciptaannya yang sempat dibawakan oleh penyanyi lain, di album Peristiwa 81-84 Fariz menghadirkan lagu-lagu baru yang diciptakannya dari tahun 1981 sampai 1984. Sesuai dengan judul albumnya 'Peristiwa', Fariz banyak bertutur tentang kondisi yang terjadi di sekelilingnya. Maka tidak heran lagu-lagu yang muncul di album ini adalah lagu semacam JERIT JAKARTA, SEBAYA USIA atau BALITA yang cukup berhasil menarik minat penikmat musik. Boleh jadi tema yang terhitung cukup 'berat' inilah yang membuat album ini tidak seberhasil album PERISTIWA 77-81 atau album-album Fariz sebelumnya. Terlebih di saat itu Fariz juga relatif produktif menghasilkan album bersama kelompok-kelompoknya semacam WOW, SYMPHONY atau JAKARTA RYTHM SECTION yang secara tematis juga tidak jauh berbeda dengan album Peristiwa 81-84 ini.

Track List:
(semua lagu ciptaan Fariz RM)

1. JERIT JAKARTA
2. ESOK KAN PASTI
3. NOSTALGIA
4. BALITA
5. SEBUAH ILUSTRASI
6. RESAH TAK LAGI RAGU
7. TERUS BERLARI
8. (TEMA) SYMPHONY
9. SEBAYA USIA





JERIT JAKARTA

Kususuri Jakarta di bawah mendung gulita
Langit malam mencekam
Mencoba menggugah raga manusia

Oh, seorang muda berkata
Jangan kau pernah percaya
Hari ini milik kita
Esok lusa hilang sirna, dan hampa

Oh.. oh buahnya lesu datang menyapaku
Tradisi jadi korban manifestasi
Diseling suara yang gempita
Halusinasi...

Jerit Jakarta.. segalanya
Hei.. segalanya..

Oh, kulepas nafas lemas
Tinggi menjelang khayalku
Berusaha lepaskan diri
Gejolak hati yang kemarin
Merintih...

Diseling suara yang gempita
Halusinasi jerit Jakarta
Segalanya wow.. wow.. Jakarta
Segalanya...

No comments: